detikinet - Senin, 12/10/2009
Brisbane - Situs jejaring sosial populer semacam Facebook rupanya menjadi lahan subur untuk mencuri identitas. Demikian disebutkan dalam sebuah forum internasional yang dihadiri para pakar kriminal pencurian identitas di Australia.
Di Indonesia, barangkali kejahatan seperti itu belum terlalu umum. Namun untuk Australia saja, diestimasi mengalami kerugian US$3 miliar per tahun akibat kasus pencurian identitas.
Dalam kejahatan ini, kaum kriminal mencuri identitas seseorang kemudian menyalahgunakannya, misalnya untuk mendapat pinjaman atau kartu kredit.
Detektif Brian Hay dari lembaga Fraud and Corporate Crime Group di Quennsland menyatakan, pencurian identitas merupakan kriminalitas yang paling jarang dilaporkan, terutama karena korban merasa malu.
Sedangkan saat ini, salah satu lahan basah untuk meraup identitas adalah situs jejaring semacam Facebook. "Data kelahiran, tempat kerja dan detail keluarga bisa dipanen di Facebook. Ini idaman bagi para pencuri identitas," ungkapnya.
"Para penjahat meraup banyak data identitas dan membuat stok raksasa. Mereka menciptakan program pemanen data untuk mengekstrak informasi dari berbagai sumber," tambahnya seperti dilansir BrisbaneTimes dan dikutip detikINET, Senin (12/10/2009).
Di samping Facebook, situs Twitter juga diprediksi bakal jadi lahan empuk lainnya bagi pencuri identitas. Polisi pun menasehati agar user berhati-hati mengumbar informasi personalnya di situs jejaring dan membatasinya agar hanya dapat diakses oleh orang terpercaya saja. ( fyk / faw )
Artikel Terbaru
Facebook Jadi Lahan Subur Pencurian Identitas
Kategori : Berita Utama, Gila Teknologi
Facebook Cerdas Teknologi
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda.